Lewati ke konten utama

EP11. Skill Generasi Berbasis Arsitektur

Skill Generasi Cocrates


Dari Ep7 hingga Ep10 kita mengeksplorasi internal Cocrates—routing Agent, perilaku Skill, prinsip generasi berbasis arsitektur, Intent-To-Skill Routing.

Kita memahami mengapa.

Sekarang pertanyaan bergeser:

"Saya paham prinsipnya. Skill apa yang sebenarnya dimiliki Cocrates, dan kapan masing-masing berjalan?"

Hari ini kita menjawabnya. Ep11–Ep13 mengurai skill inti pipeline generasi berbasis arsitektur. Hari ini: empat skill pilar dan alur lengkap.


🎯 "Generate A" — Penalaran Internal Cocrates

Ketika Cocrates mendengar "Generate A," apa yang terjadi di dalam?

Pertanyaan pertama: "Apakah ada skill khusus untuk menghasilkan A?"

"Generate a blog series"blog-series-authoring ada. Gunakan. Sederhana.

Pertanyaan kedua: "Jika tidak ada skill khusus?"

Fallback ke spec-driven-generation—inti generik pipeline berbasis arsitektur.

Tapi spec-driven-generation bukan "langsung bangun." Ia mengajukan pertanyaan lebih halus.

Pertanyaan ketiga: "Apakah Spec jelas?"

Jika tidak—di sinilah benar-benar dimulai. Cocrates menelusuri:

  1. Identifikasi ASR — apa yang secara struktural penting untuk artefak ini?
  2. ADR — alternatif dan keputusan per ASR
  3. Spec — gabungkan semua keputusan ADR ke satu dokumen mandiri
  4. Kesiapan Spec — apakah Spec cukup konkret?
  5. Baru kemudian generasi — setelah Spec lengkap

Itulah mengapa Cocrates tidak pernah mengizinkan "bangun dulu, lihat nanti."


🏛️ Empat Skill Pilar — Mesin Generasi

Pipeline berbasis arsitektur bertumpu pada empat skill:

① adr-writing — Rancang Keputusan

ADR (Architecture Decision Record) bukan log keputusan santai. Satu Concern = satu ADR—catat pilihan desain dengan audit trail.

Aturan inti:

  • Bandingkan minimal 2–3 alternatif nyata
  • Pro/kontra jelas per opsi
  • Status: proposed → disetujui → approved
  • Catat opsi yang ditolak juga—"mengapa kita tidak memilih ini" adalah aset masa depan

Mengapa penting: Tanpa ADR, alasan hilang. Nanti: "Mengapa kita membangunnya begini?"—tidak ada jawaban.

② spec-writing — Spesifikasi Hidup

Spec mengintegrasikan keputusan ADR ke dokumen mandiri.

Aturan inti:

  • Tanpa tautan ADR. Spec saja harus menjelaskan semuanya. "Lihat ADR 3" dilarang.
  • Pernyataan dapat diverifikasi. Bukan "harus cepat" tetapi "harus menangani 1000 permintaan per detik"—lulus/gagal jelas.
  • Dokumen hidup. Persyaratan berubah → Spec berubah. Bukan tulis sekali buang.

③ spec-driven-generation — Spec Adalah Satu-satunya Sumber

Satu aturan besi dalam generasi: Spec adalah satu-satunya otoritas.

Jangan hasilkan apa yang tidak ada di Spec. Jangan tambah dari intuisi AI. Jika Spec tipis, perkuat Spec—jangan improvisasi.

Cocrates menjalankan ASR Readiness Gate—delapan kategori universal untuk memastikan Spec siap.

Spec > prompt. Seberapa pintar pun prompt, tidak bisa menggantikan Spec. Spec dapat diverifikasi, berversi, dapat direproduksi. Prompt menguap.

④ spec-driven-verification — Awal Siklus, Bukan Akhir

Verifikasi bukan hanya pengujian. Dua tujuan:

Tujuan 1 — Deviasi: Apakah output sesuai Spec? Temukan ketidaksesuaian.

Tujuan 2 — ASR Tidak Terdokumentasi: Keputusan struktural dalam output yang tidak ada di Spec—bukan kegagalan; kesempatan menyempurnakan Spec.

Setelah verifikasi, gerbang tinjauan pengguna tetap ada. AI memverifikasi belum selesai—Anda yang menyetujui.


💡 Wawasan Hari Ini: Skill sebagai Peran AI Khusus

Wawasan terbesar dari sistem skill Cocrates:

Skill memberi AI peran khusus.

  • adr-writing → AI sebagai arsitek merancang keputusan
  • spec-writing → AI sebagai penulis spec mendokumentasikan
  • spec-driven-generation → AI sebagai insinyur mengimplementasikan ke spec
  • spec-driven-verification → AI sebagai insinyur QA memverifikasi

Bukan satu AI memakai semua topi—skill spesifik peran mengikuti prosedur yang ditetapkan. Kualitas konsisten, hasil dapat diprediksi.


📌 Poin Penting

  1. Pipeline generasi memakai dua lapisan keputusan. Skill khusus untuk A? → gunakan. Jika tidak spec-driven-generation → Spec jelas? → jika tidak, ASR → ADR → Spec dulu
  2. Empat skill pilar: adr-writing, spec-writing, spec-driven-generation, spec-driven-verification
  3. Spec > prompt. Spec dapat diverifikasi, berversi, dapat direproduksi; prompt volatil

Tanyakan pada diri sendiri:

  • Bisakah Anda menyebutkan empat skill pilar Cocrates?
  • Bisakah Anda menjelaskan alur internal spec-driven-generation saat fallback?
  • Mengapa Spec melarang tautan ADR?

🎬 Selanjutnya

Hari ini kita meninjau skill mana yang membangun pipeline berbasis arsitektur.

Satu pertanyaan tetap ada:

"Bagaimana jika skill yang saya butuhkan tidak ada?"

Misalnya Anda butuh "generator laporan code review rutin." Tidak ada skill seperti itu di Cocrates. Lalu bagaimana?

Ep12: "Cara membuat skill ketika tidak ada skill."

Cocrates menawarkan generating-skill-creation—meta-skill. Lain kali kita mendalami skill yang membuat skill.


Seri ini memperkenalkan framework Cocrates Harness. Cocrates adalah agent harness yang dirancang untuk dialog Sokratik agar pengguna tetap memegang kendali dan terus berkembang.